Kamis, 07 Juli 2011

Kondisi Dan Gambaran Umum Desa Banyuwangi

Banyuwangi adalah sebuah pekon di kecamatan Banyumas yang memiliki luas wilayah sekitar 476,25 hektar yang terbagi dalam 4 dusun, yaitu dusun I (119,25 hektar), dusun II (117 hektar), dusun III (112 hektar), dan dusun IV (128 hektar). Jumlah penduduk pekon Banyuwangi adalah 4196 jiwa, terdiri dari 2186 jiwa laki-laki dan 2010 jiwa perempuan yang mayoritas menganut agama islam. Mata pencaharian utama di pekon yang dikepalai oleh Bapak H. Heni Sudiman adalah berkebun dan bertani. Disela-sela pekerjaan tersebut masyarakat sibuk membuat batu bata dan genteng untuk menambah penghasilan. Ramah, sopan, dan santun, di junjung tinggi oleh warga pekon Banyuwangi untuk menjaga tali silaturahmi antarsesama. Sehingga tidaklah mengherankan kekompakkan dan kerjasama masyarakat di pekon ini sangat baik.

Kondisi jalan di pekon yang terbagi dalam 14 Rukun Tetangga (RT) ini tidak dapat dikatakan cukup baik, hal ini terlihat dari material jalan yang masih berbatu dan terbentuk lubang-lubang di beberapa sisi jalan dengan kedalaman yang bervariasi. Hal ini akan diperparah apabila turun hujan, yaitu terdapat genangan air sehingga menyulitkan warga untuk melakukan aktivitas diluar rumah. Meskipun demikian, masyarakat pekon Banyuwangi cukup berbangga hati karena tahun ini mendapatkan bantuan dari Pemerintah kabupaten Pringsewu dalam rangka pembuatan lapangan sepak bola. Selain untuk menyalurkan bakat para pemuda pekon Banyuwangi di bidang olahraga dapat pula digunakan untuk menyelenggarakan acara-acara pekon yang akbar.

Terkait dengan tema kuliah kerja nyata (KKN) tematik Unila tahun 2011 yang kami usung yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, kondisi kesehatan masyarakat pekon dengan jumlah kepala keluarga 1111 ini sangat baik. Hal ini terlihat dari lingkunan yang bersih yang didukung oleh kegiatan bersih-bersih oleh masyarakat yang dilakukan setiap hari jum’at pagi, dikenal dengan nama Jum’at bersih. Dipekon yang banyak tumbuh subur tanaman kakao ini sudah berdiri fasilitas kesehatan yaitu Puskesmas pembantu (Pustu) dan Posyandu balita serta Usia lanjut (Usila), tetapi tenaga kesehatan yang ada masih minim, tidak ada dokter, sehingga masyarakat mendapatkan pertolongan kesehatan dari Bidan. Kesadaran masyarakat akan kesehatan sudah dapat dikatakan cukup baik, hal ini dapat terpantau dari jadwal kunjungan balita dan Usila ke posyandu yang rutin. Selain itu di pekon Banyuwangi ini tidak ditemukan adanya wabah penyakit serius maupun penyakit menular seperti demam berdarah, malaria, dan diare.

Meskipun demikian, masih terdapat masalah yang membutuhkan perhatian yaitu maslah jamban dan penggunaan air bersih. Beberapa masyarakat masih menggunakan jamban cemplung yang tertampung langsung pada kolam ikan, karena kondisinya yang terbuka menimmbulkan bau yang tidak sedap, tentu hal ini sangat berdampak buruk bagi kesehatan. Sedangkan untuk penggunaan air bersih masih ada warga yang memanfaatkan air sungai untuk mencuci pakaian dan mandi. Bahkan yang sangat memprihatinkan ada warga yang memanfaatkannya untuk mencuci bahan makanan.

Budaya merokok juga merupakan salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian. Hal ini terbukti dari kalangan muda sampai tua khususnya laki-laki banyak yang mengkonsumsi rokok. Di samping itu ada juga perilaku remaja laki-laki yang yang sangat merugikan kesehatan, yaitu mengkonsumsi minuman keras.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Wordpress Theme | Bloggerized by Free Blogger Templates | coupon codes